Karimun Disenggol Menteri, Giliran Bea Cukai Batam Kapan Berantas Jaringan Mafia Rokok Ilegal

INVESTIGASIKEPRI.COM, BATAM   — Pernyataan keras Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tentang dugaan keterlibatan oknum Bea Cukai dalam bisnis rokok ilegal di Karimun menimbulkan efek domino. Namun, di balik sorotan tajam ke wilayah itu, muncul pertanyaan baru, apakah sumber rokok non-cukai itu sebenarnya berasal dari Batam?

Laporan investigasi lapangan menunjukkan, sebagian besar rokok tanpa pita cukai yang beredar di Karimun diduga kuat dikirim dari Batam  melalui jalur laut menggunakan kapal-kapal kecil tanpa manifes resmi.

Sumber menyebut, sejumlah pengusaha asal Batam menjadi pemasok utama, memanfaatkan celah pengawasan antarwilayah yang lemah.

“Barangnya dari Batam, tapi yang disorot justru Karimun. Mereka cuma penerima, sementara cukong aslinya orang ber KTP Batam.” ujar salah satu narasumber di Karimun yang enggan disebutkan namanya.

Rantai Pasok Ilegal: Dari Gudang Bayangan Hingga Pelabuhan Tikus

Peredaran rokok ilegal di Karimun tak berdiri sendiri. Hasil penelusuran Tim Nvestigasi Kepri mengungkap pola yang hampir identik dengan temuan di beberapa titik di Batam.

Gudang-gudang penyimpanan rokok tanpa cukai tersebar diduga di wilayah hinterland Batam seperti Batu Aji, Sagulung, dan Tanjung Uncang, sebelum dikirim malam hari menuju Karimun menggunakan kapal kayu kecil dan speedboat.

Barang tersebut kemudian masuk ke pasar lokal Karimun, dijual di warung kecil hingga toko kelontong, tanpa pernah tersentuh penindakan besar rantai pasokan rokok ilegal tersebut.

“Kalau sudah jalan malam, mereka tahu celahnya di mana patroli longgar,” ungkap sumber pelabuhan yang mengetahui pola distribusi itu.

Sementara Karimun Disapu, Batam Aman-Aman Saja.

Ironisnya, saat Bea Cukai Tanjung Balai Karimun dan Satpol PP menggelar Operasi Gurita yang berhasil menyita 72.939 batang rokok ilegal pada akhir September lalu, di Batam justru belum ada operasi besar serupa. Padahal, arus barang dari Batam ke Karimun berjalan rutin hampir setiap pekan.

Beberapa pengamat menduga, ada perbedaan perlakuan dan kekosongan pengawasan di Batam, terutama terhadap pelaku bisnis besar yang disebut-sebut memiliki kedekatan dengan pejabat tertentu.

“Kalau menterinya serius, jangan cuma Karimun yang disikat. Batam juga harus dibongkar,” ujar seorang aktivis antikorupsi lokal di Kota Batam sabtu (18/10/2015)

Janji Menteri Purbaya : Sikat Cukong dan Oknum Bea Cukai Nakal

Menkeu Purbaya menegaskan, laporan masyarakat yang masuk melalui kanal “Lapor Pak Purbaya” sedang ditindaklanjuti oleh tim khusus investigasi. Ia berjanji untuk menyikat habis cukong dan beking di tubuh Bea Cukai, tanpa pandang bulu.

“Kalau backing-nya orang Bea Cukai juga, akan kita tindak. Kita tidak akan biarkan aparat bermain mata dengan mafia cukai.” tegas menteri keuangan Purbaya.

Untuk itu warga bisa adukan oknum di Nomor pengaduan masyarakat pun kembali dibuka lebar: WhatsApp 0822-4040-6600.

Exit mobile version