NEWS VIDEO: PBNU Layangkan Protes Keras Terhadap Tayangan “Expose Uncensored” Trans7

Avatar photo

INVESTIGASIKEPRI.COM, JAKARTA — Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara resmi menyatakan keberatan dan melayangkan protes keras terhadap tayangan program Expose Uncensored yang ditayangkan oleh stasiun televisi Trans7 pada Senin, 13 Oktober 2025.

Dalam pernyataan sikap resminya, Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf menegaskan bahwa tayangan tersebut secara terang-terangan melecehkan bahkan menghina pesantren serta tokoh-tokoh yang dimuliakan oleh Nahdlatul Ulama.

“Program tersebut menciderai prinsip-prinsip jurnalisme yang benar dan justru berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat. Tayangan seperti itu bukan hanya tidak beretika, tetapi juga merupakan bentuk serangan terhadap harmoni dan ketenteraman sosial,” tegas KH. Yahya Cholil Staquf dalam keterangan tertulis PBNU.

BACA JUGA:  TERKUAK!, Limbah B3 di Batam dari 73 Menjadi 199 Kontainer, Jejak E-Waste Ilegal dan Dugaan Celah Impor Berbahaya

Lebih lanjut, PBNU menilai bahwa isi tayangan sangat menyinggung dan membangkitkan amarah kalangan pesantren serta warga Nahdlatul Ulama di seluruh Indonesia.

PBNU meminta pihak Trans7 untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka serta menarik tayangan tersebut dari seluruh platform digital guna mencegah meluasnya dampak negatif di masyarakat.

Selain itu, PBNU juga mengingatkan lembaga penyiaran agar lebih berhati-hati dalam memproduksi konten publik, terutama yang menyangkut nilai-nilai keagamaan, pendidikan, dan tokoh agama.

BACA JUGA:  Patung Lumba-Lumba Raksasa di Batam Zoo Paradise Roboh, Ada Korban Jiwa?

“Kami menuntut tanggung jawab moral dari pihak Trans7 serta meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) meninjau serius pelanggaran etika penyiaran ini,” pungkas KH. Yahya.

Pihak Trans7 Minta Maaf

Pihak Trans7 akhirnya menyampaikan permohonan maaf resmi atas tayangan program Expose Uncensored yang menuai kontroversi dan mendapat protes keras dari berbagai kalangan, termasuk Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.

Melalui unggahan video di akun resmi @officialtrans7, Andi Chairil, selaku Production Director Trans7, menyampaikan secara langsung permohonan maaf kepada para pihak yang merasa tersinggung dan dirugikan oleh tayangan tersebut.

BACA JUGA:  LIPUTAN INVESTIGASI: Rokok Ilegal Non Cukai di Kepri dari Batam, Cukong dan Dugaan “Main Mata” Oknum Bea Cukai

“Kami menyatakan permohonan maaf kepada Kyai dan keluarga, para pengasuh, santri, serta alumni dari Pondok Pesantren Lirboyo khususnya, dan seluruh keluarga besar pondok pesantren di Indonesia,” ujar Andi Chairil dalam pernyataannya.

Lebih lanjut, pihak Trans7 juga menyampaikan penyesalan mendalam atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan di tengah masyarakat.

“Kami juga memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas ketidaknyamanan yang telah ditimbulkan,” imbuhnya.